Atlet yang Kecanduan
addicted athlete
Ringkasan Singkat
Atlet yang kecanduan merujuk pada individu yang bergantung pada zat peningkat performa atau mereka yang mengalami gejala putus asa jika tidak berpartisipasi dalam aktivitas atletik.
Fenomena atlet yang kecanduan memiliki dua dimensi utama. Pertama, kecanduan zat di mana atlet profesional atau amatir menggunakan zat terlarang (seperti steroid anabolik atau stimulan) secara kompulsif demi meningkatkan performa fisik, meskipun risiko kesehatannya besar. Kedua, adalah kecanduan perilaku atau kecanduan olahraga (exercise addiction), di mana individu merasa terobsesi untuk berolahraga secara berlebihan dan mengalami stres emosional atau fisik yang parah jika mereka terpaksa berhenti atau mengurangi intensitasnya.
Kecanduan olahraga sering kali beririsan dengan gangguan makan atau gangguan citra tubuh. Atlet tersebut mungkin tetap berolahraga meskipun sedang cedera parah, yang menunjukkan adanya hilangnya kendali. Psikologi olahraga berupaya membantu para atlet ini untuk menemukan keseimbangan yang sehat antara ambisi kompetitif dan kesejahteraan psikologis serta fisik jangka panjang.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Hausenblas, H. A., & Downs, D. S. (2002). Exercise dependence: a systematic review.
- Eichner, E. R. (1989). The addict athlete.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.